Hitungan mundur menuju kepunahan…!!!

Image 2Sejak tahun 1963, senator Amerika Serikat Gaylord Nelson mencoba menaburkan isu lingkungan di USA, sampai senator ini mendesak agar isu lingkungan dimasukkan dalam agenda nasional. Hingga pada akhirnya tanggal 22 april 1970 masyarakat umum merespon kampanye yang dilontarkan oleh Gaylord Nelson dan terjadi aksi peduli lingkungan da masyarakat banyak yang turun kejalan untuk mendukung gagasan Gaylord.

Pada akhirnya sampai saat ini 22 april selalu menjadi pusat dan punca perayaan hari ulang tahun untuk bumi. Secara serentak mendunia, seluruh manusia yang tergabung dalam forum peduli lingkungan bersama-sama merayakan kampanye global untuk menyelamatkan bumi.

Save the earth

Begitu pula dengan Indonesia, orang-orang yang tergabung dalam organisasi lingkungan turut menggemborkan kampanye hari bumi. Tak terkecuali Yogyakarta, sebagai salah satu kota besar  di Indonesia dengan status Istimewa kota ini juga menjadi pusat kegiatan perayaan hari bumi sebagai geliat untuk selamatkan bumi.

Tak sedikit instansi atau organisasi yang melebur dan berkerjasama dengan instansi lain untuk bersama-sama menggelar aksi merayakan hari bumi. Organisasi Pecinta Alam, LSM lingkungan ataupun organisasi lainnya turut menyisihkan waktu, tenaga dan kesadarannya untuk beraksi bersama menyembuhkan bumi yang sekarang sedang sakit. Baik aksi berskala global ataupun skala local.
Walhi. Sebagai salah satu lembaga yang juga berkecimpung di lingkungan hidup turut memeriahkan hari bumi tahun ini dengan berbagai kegiatan. Walhi djokja menggandeng beberapa OPA mahasiswa untuk turut memeriahkan hari bumi dengan menggelar pawai andong dan sepeda bertolak di pasar seni gabusan dan finish di alun-alun utara keraton Yogyakarta.

Mengusung tema global warming, walhi dan OPA juga mengingatkan pada masyarakat djokja untuk turut andil menjaga bumi dalam upaya mengurangi laju pemanasan global. Dengan terjadinya pemanasan global suhu bumi terus naik. Ulasan pada Surat kabar KOMPAS edisi 24 april 2008 menyatakan bahwa kenaikan suhu bumi 1°celcius di khatulistiwa sama dengan kenaikan suhu bumi sebesar 14°-17°celcius di kutub yang menyebabkan pencairan es abadi. Sedangkan untuk menurunkan suhu sebesar 1°celcius di wilayah khatulistiwa maka diperlukan penanaman pohon sebanyak 1juta pohon besar. Namun keadaan sekarang ini laju penebangan hutan masih jauh lebih besar dari pada aksi penanaman pohon. 

Maka yang juga perlu dilakukan sekarang ini adalah menjaga hutan agar tetap lestari sebagai hutan. Seperti yang dikampanyekan oleh Kanopi Indonesia yang bekerjasama dengan beberapa Organisasi Pecinta Alam mahasiswa di djokja mengkampanyekan hutan djokja gunung Merapi tetap dijaga agar tetap asri dan lestari. Karena nilai penting hutan Merapi juga sebagai pemasok air bagi wilayah Djokja.

Kerjasama antara kanopi Indonesia dengan OPA mahasiswa juga membagikan poster dan pembatas buku yang berisi pesan untuk menjaga hutan dan kawasan djokja. Poster dan pembatas buku dibagikan kepada sejumlah mahasiswa, dosen dan khalayak umum dimaksudkan agar masyarakat memiliki kesadaran menjaga bumi. Antusiasme rekan-rekan mahasiswa cukup besar, terlebih pada dosen.  Bahkan beberapa dari mereka langsung menempelkan posternya diruangannya masing-masing.

Semoga setiap orang yang membaca pesan poster tersebut dapat tersadar dan melakukan aksi. Mengetahui betapa pentingnya hutan dan bumi yang sudah renta ini. Tak sampai disana saja, kanopi jiga membuat poster yang dipasang di beberapa universitas yang isinya juga berupa pesan dan peringatan bahwa bumi semakin panas.

Mari selamatkan bumi kita…bumi adalah milik kita yang wajib kita jaga sebaik-baiknya. Jangan sampai hari bumi adalah hari peringatan hitungan mundur menuju kepunahan mahkluk hidup bahkan manusia itu sendiri.

Semoga bumi lekas sembuh…

 

 

 

 

Jogja Site Visit 2010 (Reuni Kecil di Lereng Selatan Gunug Merapi)

Kampanye Peduli Elang Jawa

Dokumentasi Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Barat Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah

Workshop Volunteer Yayasan Kanopi Indonesia 2009

Habitat Elang Ular Bido (Spilornis cheela-bido Horsfield, 1821) Di Zona Pegunungan Seribu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah istimewa Yogyakarta

Kekayaan Jenis Satwa Indonesia

Jogja Green Festival

Pentas Wayang Kardus - Generasiku Lestarikan Merapiku

“Ketut” Brontok Yang Kembali Bebas

Wayang Kardus, Salah Satu Alternatif Kampanye dan Pendidikan Lingkungan

Penemuan Elang Brontok Spizaetus cirrhatus di Tepus, Gunung Kidul dan Rencana Tindak Lanjut

Pendampingan masyarakat Kelompok Tani Tanaman Hias Glagaharjo, Cangkringan, Sleman

Rehabilitasi Hutan Gunung Merapi

ToT Facilitator for Environmental Education Yayasan Kanopi Indonesia

Keanekaragaman Herpetofauna di Turgo-Plawangan, Gunug Merapi, Yogyakarta

Keanekaragaman Jenis Burung Di Sekitar Mata Air Turgo-Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi

Menelusuri Jejak Air (Berwisata ke Desa Ngargomulyo, Lereng Barat Merapi, Magelang)

TNGMBC 2008 (Taman Nasional Birding Competition 2008)

Pemetaan dan Pendataan Potensi Kehati di Lereng Selatan Gunung Merapi

Kurmat Alam Merapi (Konservasi keanekaragaman hayati dlam budaya masyarakat lereng Barat Merapi)

Gerakan Tanam Pohon dalam rangka menyambut Hari Bumi

Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Selatan Gunung Merapi

Hari Bumi (Hitungan Mundur Menuju Kepunahan)

Ngargomulyo, Desa Lestari di Lereng Barat Merapi, Magelang

Setitik Usaha Mempertahankan Sumber Kehidupan