Ngargomulyo, Desa Lestari di Lereng Barat Merapi, Magelang, Jawa Tengah

Mengembalikan fungsi ekologis kawasan penanaman; Oleh : Irfan R (Yayasan Kanopi Indonesia)

Gunung Merapi merupakan  salah satu kawasan yang menarik dan khas  di Jawa. Gunung ini berada di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencakup 4 (empat) Kabupaten yaitu Magelang, Sleman, Boyolali, dan Klaten.  

Kawasan ini menyimpan keanekaragaman flora dan fauna  khas pegunungan jawa. Beberapa spesies Flora maupun fauna  langka dan endemik Jawa masih bisa ditemuai di sini Seperti anggrek Vanda tricolor,  Elang Jawa (Spizaetus baetelsi), Lutung Jawa (Tracipitecus auratus). Gunung dengan ketinggian 2911 mdpl ini memiliki hutan khas pegunungan rendah yang menjadi daerah penyangga air bagi daerah sekelilingnya. saat ini Gunung Merapi ditetapkan sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan melalui SK, no 134/ Menhut –II / 2004 seluas 6.410 Ha.

Desa Ngargomulyo

Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang adalah  salah satu Desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Merapi. Desa  yang berketinggian 735-900 mdpl ini adalah salah satu kawasan di lereng barat Merapi yang masih baik kondisi hutannya .  Meski hutan-hutan di desa lain di kawasan lereng barat banyak yang rusak karena pertambangan namun desa ini memiliki tekad untuk tetap mempertahankan kondisi hutan yang mereka miliki.

Desa ini termasuk desa yang kecil dengan 11 dusun. Dusun tersebut adalah Sabrang, Kembang, Tanen, Batur Ngisor, batur nduwur, Gemer, Tangkil, Ngandong, Karanganyar, dan Bojong. Meski daerah pedusunan relatif kecil namun  hutan yang masuk desa ini cukup luas. Hutan ini merupakan daerah tangkapan air yang penting di Daerah Aliran Sungai (DAS) Progo, salah satunya adalah Sungai Blongkeng. Sungai Blongkeng memiliki aliran cukup deras dan airnya sangat jernih. Keberadaan hutan yang masih bagus membuat sungai ini selalu mengalir sepanjang tahun.

Pertanian Desa Ngargomulyo

Ketersediaan air yang melimpah sangat mendukung kegiatan pertanian di desa ini. Dengan jumlah penduduk sekitar 2.381 jiwa, hampir 90% nya adalah petani. Pertanian yang di kembangkan di daerah ini adalah persawahan basah dengan komoditas utama tanaman  padi. Disamping menanam padi mereka juga mengembangkan tanaman tegalan dengan jenis sayuran cabe, kubis, sawi, buncis, dan lain-lain. Sebagian petani ini masih mempertahankan pola pertanaian tradisional dengan sistem pertanian organik.

Ciri masyarakat petani di desa ini cukup kental. Masyarakat bahu-membahu baik tua maupun muda turun ke sawah. Selain bertani, mereka juga beternak sapi. Hiruk-pikuk masyarakat berangkat mencari rumput maupun ke  sawah  sangat tampak setiap pagi menjelang.

Selain pertanian kerajinan di desa ini cukup menonjol. Kerajinan anyaman bambu di desa ini sudah menjadi ativitas yang turun-temurun. Ketersediaan bambu yang cukup melimpah menyebabkan pengrajin anyaman bambu sangat mudah mencari bahan baku. Di Dusun Sabrang dan Tanen hampir tiap keluarga, para ibu rumah tangga setiap hari punya kebiasaan  menganyam bambu. Hasil kerajinan ini antara lain Kepang, Besek,Tepas,  pyan dan pagar.

Hubungan Masyarakat dengan Alamnya

Kehidupan masyarakat memiliki hubungan yang dekat dengan alamnya. Masyarakat sangat sadar akan peran hutan Merapi bagi ketersediaan air yang mengalir di desanya. Setiap hari mereka masuk kawasan hutan untuk mencari kayu bakar dan rumput untuk ternaknya. Di bawah tegakan hutan pinus tersedia rumput pakan ternak yang cukup melimpah. Secara umum Hutan di daerah merapi dibagi menjadi 3 macam :

  1. Hutan alam  berisi tumbuhan  asli pegunungan seperti dadap duri (Erythrina lithosperma), Puspa (Schima wallichii), Ki kepas (Engelhardtia spicata), Kinah (Chinchona sucirubra),   dan lain-lain.
  2. Hutan Pinus,  adalah hutan bekas  Perhutani yang di produksi getahnya.
  3. Hutan rakyat milik masyarakat yang ditanami pohon-pohon rakyat seperti  sengon, bambu, waru, nangka, kopi kaliandra dan lain-lain.

Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat

Masyarakat Ngargomulyo yang sederhana  masih memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Budaya sambatan(gotong-royong)  adalah salah satunya. Ketika sebuah keluarga membangun rumah maka para tetangga secara sukarela turut membantu.

Ngargomulyo  juga kaya akan kesenian daerah. Kesenian  yang telah mengakar antara lain Jantilan, Reog, Karawitan, Jaelantur, Angguk, Cakar lele, kuda lumping, topeng ireng dan lain-lain.  Bagi mereka kesenian adalah sebuah kebutuhan ekspresi mereka yang tidak ternilai oleh uang semata.

 

 

 

Jogja Site Visit 2010 (Reuni Kecil di Lereng Selatan Gunug Merapi)

Kampanye Peduli Elang Jawa

Dokumentasi Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Barat Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah

Workshop Volunteer Yayasan Kanopi Indonesia 2009

Habitat Elang Ular Bido (Spilornis cheela-bido Horsfield, 1821) Di Zona Pegunungan Seribu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah istimewa Yogyakarta

Kekayaan Jenis Satwa Indonesia

Jogja Green Festival

Pentas Wayang Kardus - Generasiku Lestarikan Merapiku

“Ketut” Brontok Yang Kembali Bebas

Wayang Kardus, Salah Satu Alternatif Kampanye dan Pendidikan Lingkungan

Penemuan Elang Brontok Spizaetus cirrhatus di Tepus, Gunung Kidul dan Rencana Tindak Lanjut

Pendampingan masyarakat Kelompok Tani Tanaman Hias Glagaharjo, Cangkringan, Sleman

Rehabilitasi Hutan Gunung Merapi

ToT Facilitator for Environmental Education Yayasan Kanopi Indonesia

Keanekaragaman Herpetofauna di Turgo-Plawangan, Gunug Merapi, Yogyakarta

Keanekaragaman Jenis Burung Di Sekitar Mata Air Turgo-Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi

Menelusuri Jejak Air (Berwisata ke Desa Ngargomulyo, Lereng Barat Merapi, Magelang)

TNGMBC 2008 (Taman Nasional Birding Competition 2008)

Pemetaan dan Pendataan Potensi Kehati di Lereng Selatan Gunung Merapi

Kurmat Alam Merapi (Konservasi keanekaragaman hayati dlam budaya masyarakat lereng Barat Merapi)

Gerakan Tanam Pohon dalam rangka menyambut Hari Bumi

Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Selatan Gunung Merapi

Hari Bumi (Hitungan Mundur Menuju Kepunahan)

Ngargomulyo, Desa Lestari di Lereng Barat Merapi, Magelang

Setitik Usaha Mempertahankan Sumber Kehidupan