Si Jambul dari Desa Ramah Burung​

Elang-alap jambul atau Crested Goshawk merupakan burung pemangsa dari Ordo Falconiformes dengan ukuran tubuh 30-46 cm, tubuh tegap dengan jambul yang jelas pada individu jantan dan betina. Burung ini merupakan salah jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No P.106/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/12/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Pada bulan Januari 2019, Yayasan Kanopi Indonesia dan Masyarakat Pemerhati Burung Jatimulyo (MPBJ) yang sedang melakukan monitoring Gelatik Jawa menjumpai burung Elang-alap Jambul di Dusun Gunungkelir, Jatimulyo. Burung ini hinggap sendiri di pohon dan sesekali terbang ke pohon yang lain, burung ini cukup sensitif dengan kehadiran manusia. Dahulu elang-alap jambul tersebar luas di hutan dataran rendah dan perbukitan di Jawa, namun sekarang jarang dan langka (MacKinnon et al.,2010). Berdasarkan IUCN Redlist, status konservasi elang-alap jambul adalah Least Concern dengan tren populasi yang terus menurun akibat kerusakan habitat. Penyebaran global meliputi Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Perjumpaan dengan elang-alap jambul menegaskan bahwa area hutan perbukitan di Desa Jatimulyo sangat penting bagi kelangsungan hidup berbagai jenis burung yang saat ini sudah jarang dijumpai di lokasi lain. Baik sebagai habitat bersarang maupun mencari pakan alami. Oleh karena itu, habitat tersebut harus dijaga kelestariannya oleh berbagai pihak dan lapisan masyarakat.
Jatimulyo merupakan desa ramah burung yang berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl dan berjarak ±35 km dari Kota Yogyakarta. Desa ramah burung ini telah disahkan berdasarkan Peraturan Desa yang mengatur bahwa siapapun tidak diperbolehkan berburu dan atau menangkap burung di Desa Jatimulyo. Selain itu, Desa Jatimulyo yang berada di Kabupaten Kulon Progo ini juga menawarkan berbagai objek wisata alam seperti Goa Kiskendo, Taman Sungai Mudal, Air Terjun Kembangsoka, dan wisata alam bebas lainnya termasuk pengamatan burung. Hawa sejuk di desa ini didukung oleh sistem berkebun agroforestri yang diterapkan masyarakat. (Teks : Nurina Indriyanti/ Editor : Arif Rudiyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *