Bunga pukul-empat (Mirabilis jalapa), tanaman non-native yang menjadi flora identitas Provinsi Lampung

Mirabilis jalapa L. atau bunga pukul empat tentunya sudah tidak asing di telinga kita. Bunga ini kemungkinan besar merupakan tumbuhan asli Meksiko yang kemudian tersebar ke berbagai penjuru dunia karena fungsinya sebagai tanaman hias. Suku Aztec bahkan telah menanam tumbuhan ini sejak dahulu sebagai tanaman obat. Persebarannya dimulai abad 16 dengan dibawanya bunga pukul empat ke Eropa. Kemudian menyebar ke seluruh dunia terutama koloni Eropa sebagai tanaman hias. Masuknya bunga pukul empat ke Asia diduga dibawa oleh koloni Eropa pada tahun 1800-an.

Gambar 1. Peta distribusi Mirabilis jalapa L.

Tumbuhan M. jalapa L. merupakan herba yang dapat hidup dan berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh hingga satu meter. Akar berumbi berwarna hitam atau cokelat kehitaman. Batang tegak dengan banyak cabang, berbentuk silindris, kasar atau sedikit berambut, nodus menggembung. Daun tunggal, tangkai daun berukuran 1 – 4 cm, daun berbentuk bulat telur atau bulat telur-segitiga dengan panjang 3-15 cm dan lebar 2-9 cm. Bagian basal daun berbentuk hati (cordatus) atau rata (truncatus), tepi daun rata, dan ujung daun meruncing (acuminate).

Bunga berkelompok pada ujung batang, beraroma, tangkai bunga berukuran 1-2 mm. Daun pelindung bunga berbentuk lonceng berukuran 1 cm dengan 5 lobus berbentuk segitiga-bulat telur, meruncing, kasar, dan kokoh. Mahkota bunga berwarna magenta, putih, kuning, jingga, kombinasi putih-magenta, maupun kombinasi warna lainnya, panjang 2-6 cm dengan diameter 2,5-3 cm. Bunga mekar pada sore hari dan akan menutup pada pagi keesokan harinya. Hal tersebut disebabkan oleh gerak fotonasti, yaitu gerak yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Benang sari berjumlah 5, tangkai benang sari ramping, kepala benang sari bundar.  Kulit buah bagian luar berwarna hijau saat masih mudah dan berubah menjadi hitam saat sudah matang. Buah bulat berdiameter 5-8 mm dengan kulit buah yang keras bergaris serta bergelombang dan bagian dalam berwarna putih bertepung.

Daun dan akar Mirabilis jalapa L. merupakan salah satu tanaman yang secara  empiris digunakan oleh masyarakat sebagai obat untuk mengatasi penyakit infeksi saluran kemih dan bisul. Berdasarkan penelitian, ekstrak etanol daun Mirabilis jalapa mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin yang dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Gambar 2. Foto bunga, biji, dan daun M. jalapa L. 

Kembang asar atau bunga pukul empat juga merupakan flora identitas Provinsi Lampung, meskipun tumbuhan ini bukan flora asli Indonesia. Kembang asar sering ditanam di pekarangan dekat masjid/musholla oleh masyarakat Lampung. Karena bunga-bunganya mekar pada waktu Ashar, maka bunga pukul empat ini disebut dengan kembang asar. Belum diketahui secara pasti antara tradisi atau kebudayaan Lampung yang terkait erat dengan kembang asar.

Referensi :
  1. CABI, 2016. Mirabilis jalapa [original text by Jeanine Vélez-Gavilán]. In: Invasive Species Compendium. Wallingford, UK: CAB International. www.cabi.org/isc. Accessed : October 7th, 2019.
  2. Hassler M. (2019). World Plants: Synonymic Checklists of the Vascular Plants of the World (version Nov 2018). In: Species 2000 & ITIS Catalogue of Life, 2019 Annual Checklist (Roskov Y., Ower G., Orrell T., Nicolson D., Bailly N., Kirk P.M., Bourgoin T., DeWalt R.E., Decock W., Nieukerken E. van, Zarucchi J., Penev L., eds.). Digital resource at www.catalogueoflife.org/annual-checklist/2019. Species 2000: Naturalis, Leiden, the Netherlands. ISSN 2405-884X.
  3. K, Fathnur Sani; LESTARI, Gina; AJI, Nurwani Purnama. Perbandingan Efektifitas Antibakteri Ekstrak Daun dan Akar Mirabillis Jalapa L. Terhadap Bakteri S. aureus dan E. coli. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, [S.l.], v. 19, n. 1, p. 13-16, mar. 2017. ISSN 2580-5959. Available at: <http://jstf.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jstf/article/view/80>. Date accessed: 07 oct. 2019.
Teks oleh Nurina Indriyani- Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *