Adaptasi Ikan Gelodok Terhadap Lingkunganya

Ekosistem estuaria merupakan gabungan dari muara sungai, hutan mangrove, hamparan lumpur dan pasir yang luas. Selain itu estuaria adalah tempat peralihan antara ekosistem sungai dan ekosistem laut, dimana pola pencampuran air laut dan air tawar sangat dipengaruhi oleh siklus air, topografi, kedalaman dan pasang surut. Pada ekosistem estuari memiliki keunikan tersendiri, dimana sebagian besar jenis flora dan fauna yang hidup didaerah estuaria, merupakan orgsnisme yang mampu beradaptasi dengan kondisi terbatas didaerah tersebut. Hal ini disebabkan karena organsme tersebut dalam penyesuaian diri dan lingkungannya. Organisme yang mampu bertahan pada kondisi fisik dan kima perairan dapat tetap hidupdan tinggal didalannya.

                               Kawasan hutan mangrove merupakan habitat bagi ikan Gelodok

Mudskipper atau sering kita kenal ikan gelodok yang masuk dalam famili Gobidae, dan mudah ditemukan desekitar pesisir dan hutan mangrove. Persebaran ikan gelodok meliputi wilayah Indo-Pasifik muali dari Afrika sampei ke Polinesia dan Australia. Habitat ikan gelodok ini adalah rawa-rawa, muara sungai dan hutan mangrove. Ikan ini memiliki kemampuan adaptasi morfologi yaitu kemampuannya untuk bernafas di darat dan di air. tak hanya itu dia juga mampu berkelana di darat sekitar mangrove atau muara, meskipun demikian ikan ini tetap membutuhkan air dan darat untuk keberlangsungan hidupnya.

                                      Ikan Gelodok

Bentuk ikan ini memanjang ukurannya sekitar 15cm dan memiliki dua sirip punggu (dorsal fin),sirip anal, sirip perut yang  menyatu dan dua sirip dada yang kuat , sehingga ikan ini mampu merangkak di atas permukaan lumpur seolah olah seperti berjalan. Dengan sirip dada yang kuat ikan glodok juga mampu memanjat pohon mangrove dan memiliki kemampuan untuk melompat di atas permukaan lumpur. Untuk bernafas di darat ikan ini tetap menggunakan insang, kemampuan insang untuk menampung air yang mengandung oksigen ini lah yang dipakai ikan ini untuk bernafas di darat. Selain itu permukaan kulit ikan gelodok terdapat saluran-saluran darah sehingga diduga mampu mengambil oksigen melalui permukaan kulitnya.  Ikan gelodok mampu berada di darat dalam waktu yang lama akan tetapi jika merasa terancam bahaya, ikan ini akan segera menceburkan diri kedalam air atau bersembunyi di lubang-lubang.

Eksistensi ikan gelodok saat ini masih terus terjaga keberadaanya, akan tetapi tidak menutup kemungkinan keberadaannya suatu saat akan terancam. Ancaman terbesar adalah alih fungsi hutan mangrove dan pencemaran lingkungan baik yang terjadi di darat maupun di laut. Komponen biotik dan abiotic dalam suatu ekosistem seharusnya membentuk kehidupan yang harmonis dan seimbang. Akan tetapi masalah lingkungan yang  di timbulkan oleh manusia harus segera dikurangi agar keseimbangan ekosistem tidak terganggu. Maka dari itu marilah kita menjaga lingkungan sekitar ,mulai dari diri sendiri dan keluarga, dan dimulai dari hal yang kecil seperti tidak membuang sampah ke sungai atau ke laut.

teks oleh : Ujang Suhendar / Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *